Welcome...!! :D

Tampilkan postingan dengan label smile. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label smile. Tampilkan semua postingan

Jumat, 19 Februari 2010

KURANG TIDUR BIKIN GEMUK DAN CEPAT MATI

LONDON -
Sekira 60 persen warga Inggris mengalami obesitas atau kegemukan. Hasil riset menunjukkan penyebab mereka gemuk bukanlah makan terlalu banyak atau kurang berolahraga melainkan karena kurang tidur. Hasil studi yang dilakukan Dr Shahrad Taheri dari Birmingham Heartlands Hospital itu juga menemukan, kurang tidur menyebabkan seseorang nampak lebih tua dari usia sebenarnya.


"Kami telah melakukan serangkaian uji coba untuk meneliti hubungan antara berat badan dan lamanya waktu tidur, serta menganalisa tingkat metabolisme tubuh," kata Taheri seperti dikutip dari Daily Mail, Jumat (19/2/2010).

"Dalam penelitian itu kami menemukan bahwa mereka yang tidur kurang dari tujuh jam semalam mengalami obesitas," terangnya.

Lebih lanjut Taheri menjelaskan hasil temuannya bahwa mereka yang tidur kurang dari empat jam semalam berisiko 73 persen lebih rentan mengalami obesitas. Pasalnya, kurang tidur akan merangsang hormon nafsu makan.

Gangguan yang dialami ketika tidur bisa memicu nafsu makan berlebih, dengan asupan 900 kalori ekstra per harinya. Jumlah asupan ini bisa memicu penambahan berat badan sebanyak satu kilogram per minggu. Temuan ini juga menunjukkan bahwa meski seseorang tidak memiliki masalah berat badan sebelumnya, berat mereka akan bertambah seiring dengan pengurangan jam tidur.

Penelitian lain yang dilakukan Eve Van Cauter menyebutkan, gangguan tidur dapat mempengaruhi hormon yang berkaitan dengan proses penuaan dan beragam penyakit.

"Kekuarangan tidur tidak hanya membuat orang nampak lebih tua dari umur sebenarnya tetapi juga memperparah gangguan penyakit seperti diabetes, hipertensi, obesitas dan penurunan daya ingat," kata Van Cauter.

Va Cauter memberi contoh, penyanyi Jennifer Lopez atau akrab disapa J-Lo mengklaim dirinya tidur delapan jam per malam. Hal Ini merupakan rahasianya tampil 10 tahun lebih muda dari usianya sebenarnya.

"Selama tidur, terjadi pembentukan sel-sel kulit baru. Karena itu, tidur yang cukup akan membuat Anda merasa dan terlihat sepuluh tahun lebih muda dari usia sebenarnya," tandasnya.

Kamis, 18 Februari 2010

Perguruan Tinggi Salah Program Studi, Lulus Kuliah "Nganggur"

Di lansir dari kompas.com

benert banget nih..terkadang saya juga merasakan begitu walau belum lulus kuliah.

JAKARTA, KOMPAS.com - Salah satu penyebab tingginya angka "pengangguran akademik" perguruan tinggi di Indonesia adalah ketidaksiapan lulusan dalam menghadapi tantangan dan tuntutan di dunia kerja. Penyebab awalnya, karena umumnya mahasiwa salah dalam mengambil keputusan saat memilih program studi yang tidak sesuai bakat dan minatnya.


''Tak banyak yang benar-benar memilih perguruan tinggi sesuai bakat dan minatnya. Padahal kebutuhan dunia kerja itu selalu berubah"
-- Sudino Lim

"Ketika lulus, banyak mahasiswa yang bingung. Mereka merasa salah mengambil program studi atau jurusan, merasa tidak bermanfaat menimba ilmu dan sebagainya yang pada akhirnya berujung tidak mendapatkan pekerjaan layak sesuai disiplin ilmunya," ujar CEO Inti Indonesia Sudino Lim dalam diskusi media bertema Siap Hadapi Tantangan Dunia Kerja dengan Pendidikan Berfokus Karir yang digelar oleh INTI Indonesia di Jakarta, Kamis (18/2/2010).

Menurut data survei tenaga kerja nasional tahun 2009 yang dikeluarkan oleh Badan Perencanaan Nasional (Bappenas), tingginya jumlah pengangguran di Indonesia saat ini sangat mengkhawatirkan. Data tersebut mengungkapkan, dari 21,2 juta masyarakat Indonesia yang masuk dalam angkatan kerja, sebanyak 4,1 juta atau sekitar 22,2 persen adalah pengangguran.

Lebih mengkhawatirkan lagi, tingkat pengangguran terbuka itu didominasi oleh lulusan diploma dan universitas dengan kisaran angka di atas 2 juta orang. Merekalah yang kerap disebut dengan "pengangguran akademik".

"Berdasarkan riset pasar yang kami lakukan, kami melihat bahwa sejak awal calon mahasiswa cenderung memilih program studi hanya berdasarkan tren, teman dekat, bahkan ada mahasiswa yang membiarkan keputusan memilih program studi itu kepada orang tuanya," sambung Lim.

Lim mengungkapkan, meski tanpa merinci data hasil risetnya, sampai detik ini faktor yang menjadi penentu pemilihan program studi itu didominasi oleh tiga hal. Pertama, pemilihan menurut referensi orang tua. Kedua, pilihan didasarkan pada tren terkini, baik itu perguruan tinggi ternama atau program studi yang sedang banyak dibutuhkan.

Faktor ketiga, kata Lim, adalah faktor teman. Pemilihan hanya berdasarkan keinginan untuk tetap dekat dengan teman-teman dekat atau sahabat yang memilih perguruan tinggi atau program studi tertentu.

"Tidak banyak yang benar-benar memilih perguruan tinggi sesuai bakat dan minatnya. Kita belum menjadikan tes bakat dan minat sebagai langkah awal memilih perguruan tinggi, padahal itu sangat penting, karena kebutuhan di dunia kerja akan selalu berubah," tuturnya


Ilustrasi: Sejak awal calon mahasiswa cenderung memilih program studi hanya berdasarkan tren, teman dekat, bahkan membiarkan keputusan memilih program studi itu kepada orang tuanya.

Selasa, 19 Januari 2010

Membuat Perubahan Menjadi Lebih Mudah

Teman, Tidak ada yang pasti di dunia ini selain perubahan. Rasanya ungkapan itu sudah sering kali kita dengar. Ya, kita semua harus mau berubah untuk mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan informasi yang berlangsung demikian pesat. Orang yang tidak mau berubah pada akhirnya akan dilindas oleh zaman. Kita sempat mendengar ungkapan Change or Die!

John P. Kotter 1996, Leading Change, Harvard Business School PressInc. USA menyebutkan empat penyebab utama yang memaksa organisasi untuk berubah. Keempat faktor tersebut adalah: perubahan teknologi, integrasi ekonomi internasional, kejenuhan pasar di negara-negara maju serta jatuhnya rezim komunis dan sosialis. Dengan adanya faktor penyebab tersebut maka sumber daya manusia sebagai pelaku dunia usaha perlu mempersiapkan diri untuk bisa menghadapi perubahan yang terjadi.

Namun yang menjadi masalahnya adalah bahwa manusia pada dasarnya cenderung menyukai status quo, karena merasa nyaman. Dengan rutinitas yang ada, manusia tidak harus berpikir keras karena semua berjalan sesuai rutinitas dan kebiasaan yang ada. Perubahan sering kali menimbulkan rasa tidak nyaman secara psikologis maupun fisiologis sehingga kita tidak perlu heran jika sulit sekali mengharapkan orang lain untuk berubah. Kita pun sering kali sulit untuk berubah, bila kita merasa semua baik-baik saja, semua nyaman dan tidak ada yang kurang. Kita baru mau melakukan perubahan kalau kita merasa bahwa perubahan itu akan menjadikan keadaan menjadi lebih baik. Lewin mengelompokkan perubahan menjadi 3 fase yaitu seperti dalam gambar di bawah ini :

Dalam fase 1 Unfreezing adalah satu fase untuk menciptakan keinginan untuk berubah dan meminimalisir sikap anti perubahan, di fase kedua changing adalah fase perubahan yang mengubah individu, kelompok, tugas-tugas, struktur, dan teknologi, yang kemudian di fase 3 refreezing dilanjutkan dengan mengevaluasi hasil, modifikasi, dan membuat konstruksi hasil perubahan untuk menjadi kebiasaan yang baru.

Berikut tips untuk bisa membuat perubahan menjadi lebih mudah.

1. Sampaikan pentingnya perubahan itu dilakukan. Sebagai contoh, orientasi bisnis sekarang ini yang mengutamakan servis/pelayanan kepada customer menjadi hal penting untuk perusahaan yang ingin tetap eksis di era globalisasi ini. Oleh karena itu, manajemen harus menyampaikan sisi pentingnya perubahan itu dilakukan yaitu untuk membuat customer menjadi loyal bahkan bisa happy yang dapat mendatangkan profit bagi perusahaan sehingga semua karyawan harus bisa memberikan layanan terbaik kepada customer baik internal maupun eksternal. Perusahaan yang mengabaikan customernya bisa mengalami kemunduran bahkan kebangkrutan.

2. Sampaikan pula apa manfaatnya bagi setiap pribadi. Bila setiap pribadi di dalam suatu organisasi atau perusahaan menyadari akan manfaat dari perubahan itu bagi dirinya sendiri akan semakin memudahkan proses perubahaan itu secara institusi. Dalam konteks layanan, setiap pribadi yang bisa mewujudkan perubahan dalam memberikan layanan terbaik, mendapat peluang mendapatkan penghargaan dan promosi yang lebih cepat dibandingkan karyawan lainnya.

3. Jelaskan bagaimana menghadapi masalah yang timbul sebagai dampak dari perubahan. Dengan komunikasi yang terbuka, maka kekuatiran akan masalah yang timbul dalam perubahan bisa lebih diminimalisir dan tingkatan kesiapan berubah menjadi lebih besar. Ketika menangani sebuah perusahaan hospitality yang ingin meraih sertifikat ISO, terjadi keresahan yang semakin meningkat sehingga perlu katalisator agar bisa terjadi sinergi untuk menghadapi masalah yang timbul, untuk itu kita mengundang nara sumber dari perusahaan yang berhasil meraih ISO untuk bertanya masalah, tips, dan trik selama proses meraih sertifikasi ISO itu berlangsung. Dengan mendatangkan nara sumber yang kompeten di bidangnya membuat ketakutan dan kekhawatiran karyawan bisa diminimalisir.

4. Membuat kelompok-kelompok kecil untuk saling dukung dalam proses perubahan, adanya kelompok-kelompok kecil ini bisa saling mendukung, mengingatkan, dan melakukan perubahan sesuai dengan yang diharapkan bersama. Pernah ketika saya mencanangkan program Smile, setiap karyawan saling mengingatkan temannya untuk tersenyum, bila sudah tiga kali ditegur maka karyawan tersebut akan terkena sanksi denda dengan nominal yang disepakati dan disimpan dalam kotak khusus yang nantinya akan dimanfaatkan oleh semua anggota kelompok kecil tersebut.

5. Membuat langkah-langkah konkret dalam perubahan dan menyelaraskan ide-ide, inisiatif, dari setiap individu sehingga timbul rasa kebersamaan untuk membuat perubahan itu menjadi lebih mudah.

6. Mengembangkan umpan balik dan forum komunikasi internal sehingga setiap masalah yang timbul bisa segera ditanggulangi supaya tidak menjadi masalah yang semakin besar.

7. Rayakan keberhasilan yang telah dicapai untuk memperkuat proses perubahan yang telah dilakukan.


Bagi setiap kita, pastikan bahwa perubahan bermanfaat untuk mengembangkan diri kita agar terus mau belajar. Karena proses belajar bukan hanya terjadi di bangku sekolah atau pendidikan formal, melalui universitas kehidupan kita masing-masing menjadi wahana bagi kita untuk terus belajar, berubah, dan menjadi lebih baik dari sebelumnya. Bahkan dengan memiliki tujuan yang jelas untuk terus lebih baik bisa membuat kita lebih bersemangat dan menjadi agen perubahan. Mari mengalir dalam kehidupan ini dengan perubahan untuk jadi lebih baik.
Tetap semangat menjalani hidup, ada suka ada duka... senyum yang ikhlas akan mendapat energi semangat yang tanpa batas.
Keep smile and keep spirit !!!